CaraMengatasi Anak Nakal Di Dalam Kelas. Perlihatkan sikap yang lemah lembut. Cara Mengatasi Anak Nakal Di Dalam Kelas. Perlihatkan sikap yang lemah lembut. Mengucapkan dengan kata “jangan” tanpa memberikan alasan kenapa anda. Langsung ke isi. Namun demikian jika hal tersebut terjadi cara di atas bisa menjadi solusi bagi anda Karenaada buanyak alasan anak menjadi terlihat nakal, padahal sebenarnya semua anak itu diciptakan Tuhan baik. Bisa jadi anak berperilaku negatif karena punya latar belakang yang mempengaruhi sikap dia, misalnya didikan keluarga atau orang tuanya. Atau bisa jadi pengaruh lingkungan pergaulan dan hal-hal yang ada dalam diri dia. Namun kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada 3 cara sederhana yang bisa kamu coba agar pasanganmu bisa merubah sikapnya menjadi lebih baik. 1. Menolak sikap buruknya dan beritahu secara mendetail. Langkah pertama adalah menolak sikap kurang baik dari dirinya. Seumpama pasanganmu terlalu mengekang. Nah, dari sini kamu bisa CaraMengubah Orang Jahat Menjadi Orang Baik Hati Oleh dunia kita Desember 05, 2018 Posting Komentar Mengubah sikap sikap seseorang yaitu sesuatu hal yang gampang-gampang susah. Orang jahat yang di dalam hati kecilnya sudah ada keinginan untuk menjelma orang yang tidak jahat lagi tentu akan lebih simpel untuk dibimbing untuk kembali ke jalan CaraMengatasi Anak yang Nakal dan Tidak Patuh. Ning Asmara, anak saya sering sekali terlibat tawuran. Ia tidak pernah pulang sekolah tepat waktu, bahkan selalu pulang larut malam. Saya hampir saja putus asa dalam mendidiknya. Apabila ia pulang dari sekolah, keadaan fisiknya pun berantakan tidak mencerminkan anak sekolah. BagaimanakahCara Mendidik Anak Nakal agar Menjadi Baik? BY CLARA INGEWATI on 20/06/2014 Cara mendidik anak nakal memang tidak mudah dan memerlukan sedikit usaha ekstra jika dibandingkan dengan mendidik anak yang memiliki kepribadian yang biasa- biasa saja bahkan lebih cenderung mudah diatur. Dalam penerapannya, banyak sekali Amalansupaya anak nakal menjadi baik adalah kisah nyata pengalaman seorang teman yang anaknya nakal bukan main dan berbagai cara sudah dilakukan namun akhir FE82hg. Menjadi orang yang selalu menyebar kebaikan dan energi positif pada orang lain adalah hal yang sangat bermakna. Dalam beberapa penelitian menyatakan bahwa bermanfaat kepada orang lain dengan berperilaku prososial maka akan meningkatkan kesejahteraan mental diri dapat ditunjukkan dengan kasih sayang, rasa empati dan kebaikan lain dalam interaksi sehari-hari dengan orang lain. Nah, berikut ada beberapa cara yang mudah untuk membuat karakter seorang pria menjadi lebih baik. Mau tahu kayak gimana? Baca artikelnya sampai selesai!1. Belajar memaafkanIlustrasi memafkan ProShootMemaafkan orang lain dan memaafkan diri sendiri adalah hal yang sangat penting untuk memulai hidup yang lebih positif. Mengakui kalau memang pernah tersakiti oleh orang lain bukan hal yang lemah. Akui bahwa memang pernah tersakiti, dan belajar maafkan mereka. Dengan memaafkan orang lain akan melepaskan dendam dalam diri dan membuat bergerak bebas ke depannya. Percuma kalau memikirkan orang yang pernah menyakiti, karena hanya akan menambah beban pikiran. Akan lebih mudah menjadi orang baik kalau berprasangka baik kepada orang diri sendiri juga sangat penting. Beberapa pengalaman negatif memang disebabkan oleh diri sendiri. Akan tetapi itu semua adalah masa lalu. Semua hal yang bersifat lalu akan menjadi kenangan. Jadi, alih-alih membenci diri sendiri, lebih baik jadikan pengalaman negatif tersebut sebagai pembelajaran. Maafkan diri sendiri, karena tidak ada yang bisa memaafkan diri kita selain diri sendiri. Menjadi nyaman akan diri sendiri akan membantu berpikir positif secara lebih Bersyukurilustrasi berdoa BurdenKata bersyukur terdengar sangat familiar, dan sering dipakai, namun praktiknya cenderung sulit dilakukan. Bersyukur adalah sesuatu yang harus dilatih, tidak bisa datang begitu saja. Caranya bisa dengan menuliskan apa yang patut anda syukuri setiap hari. Kamu bisa menulisnya dalam sebuah jurnal harian. Apa yang disyukuri juga tidak harus selalu hal-hal yang besar. Misalnya, bisa bangun di pagi hari dalam keadaan segar, cuaca yang bagus, bisa makan gorengan hangat saat hujan, dapat memberikan banyak efek pada aspek kesehatan mental. Jika pikiran fokus kepada hal yang positif, maka akan lebih mudah untuk membangun sikap yang positif juga dalam kegiatan sehari-hari. Tubuh kamu juga akan merasa lebih Bersikap sopanIlustrasi sopan Pexels/fauxelsKesopanan merupakan cara penting untuk menjaga nuansa positif dalam setiap interaksi sosial. Dalam interaksi sosial terkadang ada saja orang yang membuat kita emosi, baik itu disengaja ataupun jika memang mereka berterus terang bersikap kasar, maka menanggapi dengan kesopanan dapat mengubah arah interaksi menjadi positif. Sikap sopan bisa dilatih dengan mengendalikan emosi dan berpikir menggunakan kepala dingin. Baca Juga 6 Dampak Buruk Jika Kamu Gak Mau Keras Sama Diri Sendiri 4. Belajar mengatasi amarahilustrasi marah ollyMayoritas manusia pasti pernah mengalami rasa marah. Amarah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah pada hubungan interpersonal, bahkan berdampak pada kesehatan jiwa diri sendiri. Untuk menjadi orang baik, belajar mengatasi rasa amarah adalah hal yang penting. Alih-alih meluapkan amarah secara tidak terkontrol, akan lebih baik untuk belajar mengatasinya secara lebih profesional. Pertama, kenali kapan waktu ketika rasa marah itu muncul dan penyebabnya saat itu. Kedua, daripada menyangkal kalau baik-baik saja, lebih baik mengakui dan jujur kepada diri sendiri kalau sedang dalam kondisi coba lihat apa yang menjadi pemicu amarah dan atasi pemicunya. Misalnya, ada teman yang membuat marah, maka batasi aktivitas dengan teman tersebut, dan cobalah memaafkan mereka. Lalu yang terakhir, berlatih menghilangkan stres akibat amarah, misalnya dengan meditasi. Tempatkan perhatian pada saat ini dan jadikan masa lalu sebagai pembelajaran. 5. Memikirkan orang lainilustrasi pria sedang berpikir PiacquadioOrang baik adalah mereka yang dapat merasakan empati dan respek kepada orang lain. Cobalah untuk melihat dari perspektif orang lain dalam hidup, dan hargai pandangan mereka. Contohnya ketika ada teman yang memiliki perbedaan pendapat, maka cobalah untuk berpikir dari sudut pandangnya dan lihat seperti apa latar belakang ada berbagai hal yang berbeda, seperti latar belakang, maka perbedaan pandangan dalam berpikir dapat terjadi. Maka hormati pikiran dan pilihan mereka. Ini akan menjaga interaksi interpersonal tetap Berbuat baikIlustrasi berbuat baik Unsplash/Jack SharpDengan melakukan perbuatan baik setiap hari, dalam situasi apa pun, lama-lama akan membuat kebiasaan meningkat dan membentukmu menjadi karakter orang baik. Berbuat baik dapat memberikan dampak langsung pada otak, karena berbuat baik memiliki efek menenangkan dan berhubungan dengan sistem regulasi emosi pada orang baik ternyata bisa membawa dampak positif bagi lingkungan maupun diri sendiri. Jadi, jangan lelah untuk berusaha menjadi orang baik ya, bro! Baca Juga 5 Dampak Buruk Kalau Kamu Terlalu Percaya dengan Diri Sendiri IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Cara mendidik anak nakal memang tidak mudah dan memerlukan sedikit usaha ekstra jika dibandingkan dengan mendidik anak yang memiliki kepribadian yang biasa- biasa saja bahkan lebih cenderung mudah diatur. Dalam penerapannya, banyak sekali orang tua yang tidak mampu sabar dalam mengendalikan anak yang nakal dan mereka cenderung melakukan kekerasan kepada anak sebagai salah satu solusi terbaik dalam mendisiplinkan anak yang nakal. Sebagian besar orang tua mungkin menganggap bahwa hal ini merupakan hal yang benar, namun apakah demikian? Benarkah mendidik anak yang nakal dengan jalan kekerasan akan membuat mereka menjadi lebih disiplin? Jawabannya tentu tidak. Mendisiplinkan anak yang nakal dengan jalan kekerasan justru akan membuat anak semakin tidak takut dengan siapapun, bahkan cenderung menjadi bandel. Dalam hal ini, orang tua harus menerapkan cara yang berbeda dalam menghadapi anak yang nakal namun bukan dengan jalan melakukan kekerasan seperti main pukul terhadap anak, karena hal tersebut akan berdampak sangat buruk pada pertumbuhan anak. Untuk mendisiplinkan anak yang nakal. Terdapat beberapa cara yang perlu diterapkan agar anak mnjadi disiplin dan sembuh dari kenakalannya. Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya yang nakal menjadi disiplin, bukan? Hal ini karena memiliki anak yang nakal terkadang membuat orang tua depresi karena merasa salah dalam mendidik anak. Cara mendidik anak nakal agar nurut Disadari atau tidak, penyebab anak menjadi penurut atau bahkan menjadi nakal memang sedikit banyak terjadi karena campur tangan orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anak. Untuk itu, bagi para rang tua khususnya para ibu yang memiliki anak yang nakal, hendaknya kita harus siap dan lebih sabar dalam mengembalikan kepribadian anak menjadi pribadi yang disiplin yang taat. Lantas bagaimanakah cara mendidik anak yang nakal agar mereka mamp menjadi anak yang patuh dan disiplin sehingga dapat membanggakan kedua orang tuanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai seputar anak yang nakal, penyebab anak menjadi nakal serta bagaimana cara mengatasi anak yang nakal sehingga mereka dapat kembali menjadi anak yang disiplin dan patuh terhadap kedua orang tuanya. Sebelum mengetahui cara mendidik anak yang nakal, pertama kali yang harus diketahui oleh orang tua adalah dengan mencari tahu apa yang menjadi penyebab sang anak menjaid nakal. Terdapat beberapa sebab mengenai anak yang tumbuh menjadi anak yang nakal pada usia- usia tertentu yang pada awalnya mereka sebenarnya adalah anak yang baik. Di antara sebab- sebab tersebut antara lain adalah sebagai berikut 1. Ketika masih bayi atau berusia sekitar di bawah lima tahun, anak sudah dibiasakan oleh orang tua dengan menuruti semua kemauan anak. Hal ini sering terjadi terutama bagi orang tua yang tidak tega melihat anakanya menangis sehingga mereka lebih memilih untuk menuruti apa yang diinginkan sang anak. Dengan memanjakan anak seperti ini, secara tidak langsung orang tua tengah mendidik anak menjadi anak yang semua keinginannya harus dipenuhi dan jika tidak, mereka akan mengancam kedua orang tuanya dengan mengeluarkan jurus andalan, yakni menangis. Hal inilah yang membuat sang anak tumbuh menjadi pribadi yang nakal ketika mereka memasuki usia pra sekolah. Mereka akan senang merengek dan tak jarang dari mereka yang berteriak- teriak meminta dibelikan sesuatu tanpa mempedulikan kondisi orang tua saat itu. Yang terpenting adalah kebutuhannya, apapun keadaannya. Dengan membiasakan anak dimanja sejak kecil, akan menumbuhkan pribadi yang egois. 2. Orang tua tidak menegur sang anak bahkan cenderung mentertawai mereka pada saat mereka mengucapkan kata- kata yang tidak patut. Hal ini tak jarang pula terjadi pada masyarakat kita terutama dari kalangan orang tua yang kurang berpendidikan. Mereka cnderung membiarkan dan mentertawakan anak mereka ketika anak- anak mereka berkata yang tidak sopan dan bahkan berkata- kata kotor. Dengan sikap orang tua yang seperti itu, maka anak akan menganggap bahwa apa yang ia lakukan bukanlah suatu kesalahan sehingga anak akan cenderung mengulangi perkataan- perkataan tersebut sehingga akan terbawa sampai ia dewasa. Melakukan pembiaran terhadap fenomena ini akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang arogan dan tidak memiliki tata krama. 3. Kurangnya penerapan pelajaran ruhani kepada sang anak. Sebagai orang tua, tentu kita semua tahu bahwa agama merupakan satu- satunya pegangan hidup yang mampu menuntun seseorang untuk menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini perlu ditanamkan kepada anak sejak dini. Apabila anak tidak diperkenalkan mengenai agama semenjak ia masih kecil, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tak terkendali sehingg tak jarang dari mereka yang tumbuh menjadi anak yang nakal. 4. Terlalu sering bertengkar di hadapan sang anak juga merupakan salah satu faktor utama anak tumbuh menjadi anak yang nakal. Kejadian ini sering dialami oleh orang tua yang memiliki kehidupan rumah tangga yang kurang harmonis dimanamereka terlalu sering brtengkar di hadapan sang anak sehingga sang anak berpikir bahwa keluarga mereka dipenuhi dengan kebencian- kebencian yang mengakibatkan sang anak menjadi berontak sebagai bentuk protes terhadap perilaku kedua orang tuanya. Apabila kita mengamati anak- anak di sekitar kita yang kedua orang tuanya memiliki kehidupan rumah tangga yang kurang harmonis, maka hal ini sering kita jumpai pada anak- anak mereka. 5. Terlalu sering memberikan uang saku yang berlebihan kepada sang anak dan memfasilitasi mereka dengan hal- hal yang sesungguhnya tidak terlalu mereka butuhkan juga menjadi penyebab utama sang anak tumbuh menjadi pribadi yang nakal. Hal ini biasanya terjadi di kota- kota besar yang mana anak tumbuh di dalam sebuah keluarga yang kedua orang tuanya merupakan orang- orang yang fokus pada karir. Orang tuasemacam itu cenderung memfasilitasi anak- anaknya dengan segala kelebihan dan kecukupan dengan menganggap bahwa mereka tidak membutuhkan kasih sayang dengan terpenuhinya hal- hal tersebut. Padahal, membiasakan anak dengan barang mewah justru akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki jiwa sosial dan tak jarang dari mereka akan tumbuh menjadi anak yang nakal dan tak terkendali. Kelima faktor di atas merupakan beberapa dari sekian banyak faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi nakal. Setelah mengetahui beberapa faktor yang membuat anak tumbuh menjadi anak yang nakal, maka langkah orang tua selanjutnya adalah dengan mulai menghentikan kebiasaan yang menjadi penyebab anak menjadi nakal tersebut dengan menerapkan beberapa cara mendidik anak nakal. Perlu diingat bahwa mengembalikan anak nakal menjadi penurut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, terlebih ketika mereka masih berusia anak- anak. Untuk itu, terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh oleh orang tua dalam mengatasi anak- anak yang nakal. – Cara pertama yang dapat ditempuh dalam mengatasi anak yang nakal adalah dengan menetapkan peraturan- peraturan yang tegas di rumah untuk membatasi perilaku anak yang dirasa sudah terlewat batas. Pada tahap pertama hal ini tentu akan sangat sulit diterima oleh sang anak, namun dengan menerapkan hukuman, maka mau tidak mau sang anak akan mematuhi peraturan- peraturan yang ditetapkan oleh kedua orang tua. Yang perlu menjadi catatan dalm hal ini adalah tegas bukan berarti keras, namun lebih ke arah bijaksana. Penerapan hukuman yang diberikan kepada anak bukan dalam bentuk kekerasan fisik, melainkan dalam bentuk lain seperti memotong uang jajan, mengurangi waktu bermain serta mencabut beberapa fasilitas yang biasanya digunakan oleh anak seperti menghentikan untuk memakai sepeda selama beberapa hari, dan lain- lain. Hal ini akan membuat anak berfikir untuk lebih memilih mematuhi peraturan daripada mendapatkan konsekuensi yang ia anggan merugikan dirinya sendiri. – Cara kedua yang dapat diterapkan dalam memberikan treatment terhadap anak yang nakal adalah dengan memberikan anak suatu tanggung jawab dalam skala ringan yang sesuai dengan usia mereka. Sebagai contoh, apabila anak terbiasa dengan menaruh sepatu, tas dan tidak berganti seragam sepulang sekolah, maka anak akan kehilangan sepatunya atau tas atau barang kesayangannya yang lain. Dengan melatih anak untuk membiasakan diri menaruh peralatan sekolah pada tempatnya serta berganti baju sepulang sekolah, maka anak akan merasa bertanggung jawab penuh atas dirinya sendiri sehingga lama kelamaan anak akan cenderung menjadi anak yang bertanggung jawab. Dengan demikian, anak yang nakal terutama yang tidak disiplin akan berubah menjadi anak yang disiplin serta penuh tanggung jawab. Selain menetapkan peraturan- peraturan, tak ada salahnya jika orang tua menjadi pendengar yang baik bagi sang anak karena bisa jadi sang anak menjadi nakal akibat kurangnya perhatian dari orang tua atau anak tidak memiliki tempat untuk bercerita mengenai apa yang dialaminya sehari- hari. Luangkanlah waktu brsma sang anak untuk mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah sang anak dan berikanlah solusi terbaik dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dengan menjadi pendengar dan penasehat yang baik, hati anak yang semula kaku dan berontak akan luluh karena mereka akan berfikir bahwa ternyata masih ada orang yang mau mendengarkan perkataannya. Jangan selalu menjadi penasehat yang menuturi sang anak dengan petuah- petuah, namun jadilah pendengar yang baik pula bagi mereka. Dengan demikian, kenakalan mereka perlahan- lahan akan mereda. Dalam menarik anak yang nakal agar ia kembali menjadi anak yang baik, perlu diingat bahwa orang tua hendaknya tidak terlalu kasar kepada anak, namun tidak terlalu lembut kepada mereka. Bersikaplah di tengah- tengah, yakni tetap lembut namun juga tegas terhadap mereka apabila mereka melakukan kesalahan. Dengan demikian, sang anak akan menyadari kesalahan- kesalahan yang mereka lakukan dan mereka akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka. Sehingga, sang anak akan mampu mengendalikan diri mereka sendiri dan akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki jiwa yang stabil dan berpendirian kuat. Dengan menerapkan beberapa solusi untuk menghentikan anak yang nakal dan mengubah mereka menjadi anak yang baik dan patuh, maka orang tua akan mendapatkan anak yang baik, berkepribadian serta memiliki tata krama yang terpuji dalam masyarakat. Untuk mewujudkan itu semua, hendaknya mulai sekarang orang tua perlu menerapkan beberapapenyebab dan cara mendidik anak nakal. Sumber Salam Hebat untuk Anda Unduh PDF Unduh PDF Menjadi orang baik terkadang lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan. Menjalani keseharian akan sulit bila Anda tidak membiasakan diri tersenyum kepada orang yang belum Anda kenal dan mengucapkan “tolong” atau “terima kasih”. Jadi, buat apa memilih cara tersebut? Bersikap baik akan membuat orang lain merasa senang dan mau menjalin hubungan baik dengan Anda. Jika alasan ini belum cukup kuat, ketahuilah bahwa bersikap baik bisa membantu Anda mewujudkan keinginan sebab orang-orang biasanya lebih suka membantu jika Anda bersikap baik kepada mereka. Pelajari dan terapkan langkah-langkah berikut agar Anda bisa bersikap baik kepada siapa saja. 1 Tersenyumlah. Tersenyum kepada orang lain bisa menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang menyenangkan. Lakukan kontak mata saat berpapasan dengan seseorang dan berikan senyum kecil kepadanya atau senyum lebar juga boleh. Cara ini membuat pertemuan terasa lebih akrab dan biasanya ia mau membalas senyuman Anda. Jika tidak, mungkin ia sedang banyak masalah. Jangan berkecil hati, bersikap baik bukanlah jaminan bahwa orang lain akan memberikan tanggapan yang positif, tetapi biasanya cukup membantu. Tersenyumlah kepada seseorang yang berpapasan dengan Anda di jalan, kepada pramuniaga di toko saat berbelanja, saat datang ke sekolah pagi hari, atau kapan pun saat Anda melakukan kontak mata dengan orang lain. Tersenyumlah meskipun sedang sedih. Anda tetap bisa bersikap baik walaupun sedang merasa kesal. Buat apa membagikan energi negatif kepada orang lain? Jika Anda sedang kesal dan enggan mendengarkan orang lain, coba dengarkan musik, menggambar, atau melakukan kegiatan yang Anda sukai. Cara ini mencegah munculnya sikap keras atau kasar walaupun tidak sengaja. 2 Sapalah orang lain. Saat Anda sedang berjalan dan berpapasan dengan seseorang walaupun tidak kenal, cobalah menyapa dengan mengucapkan “halo” atau “hai” atau cukup melambaikan tangan atau mengangguk ke arahnya. Membuat orang lain tahu bahwa Anda melihatnya adalah hal yang menyenangkan sebab ia akan merasa diperhatikan. Jika Anda sedang berjalan di tengah keramaian, mungkin akan sulit menyapa setiap orang yang Anda temui. Setidaknya, bersikaplah baik kepada orang yang duduk di sebelah Anda di dalam bus atau pesawat atau orang yang tidak sengaja menabrak Anda. Ucapkan “selamat pagi” kepada teman sekelas, guru di sekolah atau kepada rekan kerja di kantor saat Anda datang di pagi hari. Ini adalah cara cepat untuk membangun reputasi sebagai orang baik. 3Tanyakan bagaimana kabar mereka. Luangkan waktu untuk bertanya kepada orang di sekitar tentang keseharian mereka tanpa terkesan ingin tahu atau ikut campur. Jika mereka enggan bercerita, jangan memaksa mereka agar mau berbicara. 4 Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan baik-baik saat orang lain berbicara kepada Anda. Mengabaikan orang lain yang sedang memberikan pendapat atau bercerita bukanlah sikap yang menyenangkan. Biarkan ia berbicara seperti Anda ingin mendapatkan kesempatan berbicara jika Anda berdua bertukar posisi. Jika teman bicara Anda mulai bersikap kasar atau menekan, jangan menyuruhnya diam atau menunjukan ekspresi kesal. Tunggulah sampai ia selesai berbicara lalu alihkan topik pembicaraan jika sudah selesai dibahas. Bersikap baik bukan berarti membiarkan orang lain menekan Anda. Saat pembicaraan dengan orang yang belum Anda kenal mulai terasa tidak nyaman, boleh saja Anda berpamitan dan pergi. 5 Bersikaplah sopan. Biasakan mengatakan “tolong”, “terima kasih”, dan “sama-sama”. Berusahalah bersabar, penuh perhatian, dan bertenggang rasa. Perlakukan orang lain dengan hormat, walaupun Anda tidak ingin mengenalnya. Jangan lupa mengatakan “permisi”, alih-alih “Minggir!” jika seseorang menghalangi Anda berjalan. Orang lain adalah sesama manusia yang harus Anda hormati dan tidak boleh diperlukan semena-mena. Orang yang Anda hormati biasanya akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama. Saat naik kendaraan umum, tawarkan tempat duduk kepada orang lanjut usia, mengalami disabilitas, atau wanita hamil. Ini adalah salah satu cara berbuat baik. Bantulah seseorang yang sedang berusaha mengambil barang yang terjatuh atau sedang meraih sesuatu di atas rak yang tinggi. 6 Perlakukan binatang dengan baik. Jika benar-benar ingin bersikap baik, Anda harus bersikap baik juga kepada binantang. Jangan mengganggu atau menganggap binatang sebagai robot kecil yang bisa Anda perlakukan sesuka hati. Binatang juga layak dihargai sama seperti makhluk hidup yang lain. Jangan pernah memukul atau menyakiti binatang, baik binatang peliharaan Anda sendiri, peliharaan orang lain, binatang yang tersesat, atau binatang liar. Jangan mengganggu binatang hanya untuk bersenang-senang, misalnya serangga, laba-laba, tikus, burung, tupai, ikan, dan makhluk hidup lain yang Anda temui. Jika ada binatang atau serangga di dalam rumah Anda, pindahkan ke luar atau batasi populasinya dengan cara yang manusiawi. Iklan 1 Biasakan berpikir positif. Jangan bersikap negatif atau mengkritik teman yang sedang meminta nasihat atau sekadar ingin bercerita untuk berbagi perasaan. Temukan sisi positif dari setiap masalah dan hiburlah teman Anda. Selalu ada dua sisi di setiap masalah sisi positif dan sisi negatif. Orang yang positif mampu membantu orang lain melihat hikmah dari setiap keadaan. Berikan pujian atas keberhasilan teman Anda. Ucapkan selamat jika teman Anda lulus ujian atau memenangkan hadiah. Berikan pujian kepada teman Anda. Jika ada teman yang sedang kecewa dengan model rambutnya, katakan bahwa ia memiliki rambut yang indah atau pujilah senyumnya yang manis. Terkadang, orang-orang perlu menyalurkan emosi negatif. Anda bisa bersikap positif dan baik tanpa terkesan sangat gembira dengan menjaga nada suara agar umpan balik yang Anda berikan sejalan dengan cerita teman Anda. 2 Bersikaplah rendah hati. Apakah Anda cenderung memandang rendah orang-orang yang berbeda atau terkesan “aneh”? Merasa yakin bahwa Anda lebih baik ketimbang orang lain bukanlah sikap yang baik. Sebagai manusia, setiap orang mempunyai masalah masing-masing. Bersikap baik satu sama lain membuat kehidupan menjadi lebih baik bagi setiap orang. Kita semua sama, tetapi jika Anda meninggikan diri sendiri, orang lain akan merasa direndahkan. Jangan menyombongkan diri atau bersikap egois. Anda boleh berbangga saat berhasil meraih prestasi, tetapi jangan lupa menghargai orang lain yang selama ini mendukung keberhasilan Anda. Jangan menilai orang lain sebelum Anda mengenalnya dengan baik. Jangan membuat asumsi terhadap seseorang hanya berdasarkan penampilan atau cara berbicara. Sadarilah bahwa kesan pertama belum tentu benar. 3Tunjukkan ketulusan hati. Jangan bersikap baik dengan maksud tertentu. Jika Anda bersikap baik agar mendapatkan perlakuan istimewa, ini bukanlah cara bersikap baik, tetapi menipu, bodoh, dan jahat. Bersikaplah baik karena Anda ingin melihat diri sendiri sebagai orang yang baik jika suatu hari nanti Anda melihat lagi ke belakang, apa pun itu. Bersikaplah baik karena Anda mau. 4Jangan bermuka dua. Jangan pernah membicarakan kejelekan orang lain di belakangnya. Bersikap baik di depan orang lain membuat Anda dipercaya, tetapi membicarakan orang lain di belakangnya sama artinya dengan berkhianat. Ini adalah karma buruk dan membuat Anda terkesan bodoh dan jahat. 5Isilah keseharian Anda dengan melakukan kebaikan kecil. Hal-hal kecil sehari-hari, misalnya membukakan pintu untuk guru yang tidak Anda kenal atau tersenyum kepada orang lain yang selalu baik kepada Anda, mungkin terasa sepele. Akan tetapi, tindakan ini bisa membuat Anda terlihat sebagai orang yang baik di kemudian hari. 6Jangan melakukan diskriminasi. Bersikaplah baik kepada setiap orang tanpa pandang bulu. Walaupun Anda selalu bersikap baik kepada teman-teman dan guru, jika Anda tidak ramah kepada orang-orang yang kurang keren atau tidak terkenal, Anda tidak akan bisa terlihat baik seperti apa adanya. Jangan menilai orang lain berdasarkan ras, usia, jenis kelamin, kemampuan, atau agama. Iklan 1 Tawarkan bantuan. Jika orang tua Anda sedang bekerja keras melakukan tugas-tugas di dalam rumah, katakan bahwa Anda ingin membantu mereka. Dahulukan orang lain selama Anda memiliki tenaga dan waktu luang. Kebaikan yang Anda lakukan suatu saat akan mendapatkan balasan yang baik pula, jadi, jangan hanya mementingkan diri sendiri. Jangan menunggu sampai diminta membantu. Berusahalah mencari tahu kapan orang lain membutuhkan bantuan. Carilah cara kreatif untuk membantu. Bantulah adik mengerjakan PR, mendengarkan ide pasangan tentang proyek barunya, menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga, mengajak anjing kesayangan berjalan, mengantarkan adik ke sekolah, dan sebagainya. 2Belajarlah saling berbagi. Berbagi bisa berarti membagi camilan kepada adik atau memberikan sesuatu yang lebih penting, misalnya waktu, tempat, atau nasihat. Bermurah hati adalah salah satu aspek dari arti bersikap baik. Berusahalah agar Anda bisa menerima lebih sedikit ketimbang memberi, namun jika bisa, berikan lebih banyak ketimbang apa yang Anda terima. 3 Jadilah pribadi yang andal. Salah satu cara bersikap baik kepada anggota keluarga dan orang yang Anda cintai adalah siap membantu jika mereka membutuhkan. Balaslah surel, jawablah panggilan telepon, jangan melalaikan rencana, dan sediakan waktu jika seseorang meminta Anda mendengarkan. Jika seseorang meninggalkan pesan untuk Anda, segera telepon kembali sebab tidak baik membuat orang lain menunggu sampai berhari-hari. Datanglah jika Anda sudah berjanji akan datang. Lakukan jika Anda sudah berjanji akan melakukan sesuatu. Bersikap lalai akan merusak kepercayaan orang kepada Anda dan bukan cara bertindak yang baik. Peganglah komitmen yang sudah Anda buat dalam menjalin persahabatan. 4 Pilihlah cara terbaik. Bersikap baik terkadang bukanlah hal yang mudah. Ada saatnya kemampuan Anda untuk bersikap baik akan diuji. Walaupun orang-orang yang Anda cintai terkadang lalai, suka menilai, egois, egosentris, atau sangat jahat, jangan ikut merendahkan diri seperti mereka. Jangan berubah dari baik menjadi jahat hanya karena kesabaran Anda sedang diuji. Jika kakak atau adik Anda mengajak bertengkar, jangan ditanggapi. Tenangkan diri dan jangan berbuat jahat. Saat Anda mulai marah atau ingin melakukan tindakan yang tidak baik, carilah cara lain, alih-alih bertindak kasar. Cobalah berlari, memukul bantal, atau menenangkan diri dengan bermain gim video. Anda adalah pemegang kendali atas tindakan dan perilaku Anda. Iklan Jangan terus menerus menyapa “hai” sebab akan terkesan aneh, apalagi jika Anda tidak mengenal orang ini. Jika teman Anda bersikap tidak baik, jangan menghindar! Ajaklah ia bertemu dan tanyakan apa sebabnya. Berusahalah agar Anda bisa lebih memahami perasaan orang lain. Jika seseorang yang sedang duduk sendirian, duduklah di sebelahnya dan ajaklah berkenalan. Perlakukan orang lain seperti ia ingin diperlakukan. Pujilah orang lain. Cara ini bisa membuat seseorang merasa lebih baik jika ia sedang menghadapi masalah. Ucapan yang memberikan semangat atau tepukan di punggung bisa sangat membantu, terutama bagi rekan kerja/tim. Jangan menertawakan kekeliruan atau menunjukkan kesalahan orang lain secara terang-terangan. Anda boleh bergurau, tetapi gunakan akal sehat. Pikirkan dahulu apa yang akan Anda ucapkan dan ingatlah bahwa komentar yang Anda anggap biasa-biasa saja, mungkin terasa menyakitkan bagi orang lain. Jangan menilai orang lain berdasarkan standar yang Anda tentukan sendiri sebab apa yang seseorang anggap baik, bisa dianggap buruk atau menyakitkan oleh orang lain. Jika Anda sulit bersikap baik kepada orang yang tidak Anda sukai, bayangkan ia sedang terluka atau menangis. Jika Anda berpikir bahwa “ia pantas mengalaminya”, cobalah berpikir lebih jernih. Kebencian biasanya akan berubah menjadi kepedulian jika Anda mau menghibur atau menolongnya. Jika seseorang menceritakan rahasianya dan Anda berjanji akan menyimpannya baik-baik, jangan mengingkari ucapan Anda sendiri. Tindakan ini mungkin membuat ia tidak percaya lagi kepada Anda. Iklan Peringatan Jangan bersikap baik secara berlebihan. Boleh saja berkompromi, tetapi Anda juga harus menerima perlakuan yang adil. Jangan takut mengatakan apa yang benar dan jangan ragu untuk mempertahankan diri. Jika Anda sudah bersedia memberikan waktu, tetapi ia tidak memedulikan Anda, jauhi saja dan jangan menghubunginya lagi. Mungkin Anda pernah mendengar kalimat “Penampilan tidak penting, yang lebih penting adalah kemampuan seseorang”. Walaupun ada benarnya, Anda hanya punya kesempatan satu kali untuk bertemu seseorang. Jika Anda terkesan kasar pada pertemuan pertama, Anda akan terus dikenal seperti ini. Jika terkesan ramah, orang-orang akan mengenal Anda sebagai orang yang baik dan tulus hati. Berhati-hatilah tersenyum atau menyapa seseorang yang pernah bermasalah dengan Anda. Hal ini bisa berakibat buruk bagi Anda sendiri sebab ada kemungkinan Anda akan dianggap sedang berpura-pura dan ditanggapi dengan komentar yang tidak menyenangkan. Berhati-hatilah bersikap terlalu baik sebab hal ini bisa membuat orang-orang tidak menyukai Anda. Jangan biarkan orang lain memanfaatkan kebaikan dan keramahan Anda sebab hal ini bisa menyakiti diri sendiri dan mengecewakan orang lain. Dengan tegas dan sopan, tunjukkan pendirian untuk melindungi kepentingan Anda sendiri dan orang lain agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Iklan Artikel WikiHow Terkait Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Unduh PDF Unduh PDF Sikap adalah tanggapan yang diberikan berdasarkan penilaian atas seseorang, objek, atau kejadian. Sikap seseorang biasanya dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, keyakinan, atau emosinya. Contohnya, mungkin Anda tidak suka makan piza karena pernah mengalami keracunan setelah makan piza. Anda bisa mengubah dan memperbaiki sikap dengan mencari tahu apa yang memengaruhi penilaian Anda. Setelah itu, Anda harus mengubah cara menilai keadaan di sekeliling Anda. Carilah informasi yang bisa membantu Anda mengubah penilaian tersebut menjadi pola pikir yang lebih positif.[1] 1Tentukan sikap Anda yang perlu diubah. Pertama-tama, Anda harus menentukan sikap yang perlu diubah. Memiliki tujuan adalah hal yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam hal apa pun. Setelah itu, Anda harus mengevaluasi diri dengan jujur dan mendalam agar bisa menentukan dengan tepat sifat yang perlu diperbaiki atau diubah.[2] 2 Berusahalah mencari tahu mengapa Anda ingin memperbaiki sikap. Motivasi Anda untuk berubah berpengaruh langsung terhadap kemampuan Anda untuk melakukan perubahan. Oleh sebab itu, Anda harus memiliki keinginan untuk mengubah sikap agar bisa memperbaikinya dan berperan aktif dalam menjalani proses ini. Bertanyalah kepada diri sendiri mengapa Anda ingin memperbaiki sikap saat menghadapi orang, objek, atau kejadian tertentu. Apakah keputusan ini dipengaruhi oleh hal-hal eksternal? Misalnya, apakah Anda ingin mengubah sikap karena permintaan atasan? Atau, apakah ada teman yang mengatakan bahwa sikap Anda membuatnya tersinggung? Akan tetapi, Anda harus memiliki motivasi dari diri sendiri untuk memperbaiki sikap. Berubah karena motivasi internal akan membawa lebih banyak kesenangan dan kreativitas sehingga memberikan hasil yang lebih baik.[3] 3 Tulislah jurnal untuk melakukan refleksi diri. Temukan hal-hal yang memengaruhi sikap Anda selama Anda berusaha memperbaiki sikap terhadap orang, objek, situasi, atau kejadian tertentu. Apa yang mendasari penilaian Anda? Apa yang Anda harapkan dengan mengubah sikap? Menulis jurnal bisa membantu Anda melakukan refleksi diri agar lebih memahami diri sendiri, mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dan bijaksana, serta membuat Anda lebih memperhatikan diri sendiri. Selain itu, hal-hal tersebut sangat erat kaitannya dengan peningkatan kesehatan mental dan emosional.[4] Ajukan beberapa pertanyaan berikut untuk memulai refleksi diri[5] Apakah dengan memperbaiki sikap, perasaanku terhadap orang atau kejadian tertentu akan menjadi lebih baik? Apakah cara ini bisa mengatasi emosi yang mengganggu? Apakah dengan memperbaiki sikap, aku bisa memperbaiki komunikasi dengan orang lain? Apakah orang lain akan menganggap aku lebih baik? Apakah aku bisa bekerja sama lebih baik dengan kelompok atau orang lain? Apakah dengan memperbaiki sikap, aku bisa mencapai tujuan atau mengubah keadaan? Apa yang memengaruhi penilaianku atas orang, kejadian, atau objek tertentu? Apakah aku pernah mengalami penilaian yang sama? Apakah pengalaman tersebut merupakan hal yang negatif? Emosi apa yang aku rasakan karena penilaianku? Apakah aku merasa kecewa, marah, cemburu, dll.? Apa penyebab munculnya perasaan tersebut? Apakah ada keyakinan tertentu yang memengaruhi sikap/penilaianku? Jika ada, keyakinan apa? Bagaimana kaitannya antara keyakinan tersebut dengan sikapku terhadap orang, kejadian, atau objek tertentu? Apakah karena ada yang bertentangan dengan keyakinanku? Apakah keyakinanku bisa diubah atau disempurnakan? 4 Bayangkan bagaimana perbaikan sikap akan memengaruhi kehidupan Anda. Visualisasi adalah salah satu cara mencapai tujuan dengan membayangkan atau melihat terwujudnya tujuan secara mental. Banyak atlet, pengusaha sukses, dan edukator karier yang menggunakan teknik visualisasi. Teknik ini bisa memperkuat komitmen Anda untuk mencapai tujuan dengan mengaktifkan pikiran kreatif bawah sadar dan membantu Anda mengembangkan strategi yang mendukung tercapainya tujuan. Selain itu, teknik ini membuat Anda tetap fokus, termotivasi, dan memprogram pikiran Anda sehingga mampu menyadari sumber daya yang Anda butuhkan agar berhasil. Jadi, jika Anda ingin memperbaiki sikap, bayangkan apa yang Anda alami setelah berhasil melakukannya. Apa yang akan terjadi jika Anda bisa bersikap positif terhadap orang tertentu? Atau, jika Anda lebih menyukai pekerjaan Anda?[6] [7] Untuk melakukan visualisasi, duduklah di posisi yang nyaman sambil memejamkan mata. Bayangkan Anda sedang melihat dengan mata Anda sendiri secara mendetail seperti mimpi yang sangat jelas apa yang akan Anda alami jika sudah berhasil mengubah sikap. Selama melakukan visualisasi, bayangkan Anda melihatlah diri sendiri yang sudah berubah menjadi pribadi yang ramah dan sedang makan siang bersama orang yang selama ini Anda sikapi secara negatif. Atau, mungkin Anda ingin membayangkan mendapatkan promosi setelah Anda mampu berpikir lebih positif tentang pekerjaan dan bekerja lebih efisien. Gunakan afirmasi positif untuk mendukung visualisasi. Afirmasi membuat Anda merasakan sudah mendapatkan apa yang Anda inginkan saat ini juga. Contohnya, “Aku bangun pagi dan merasa senang pergi bekerja. Aku bersemangat sekali menyelesaikan proyek yang baru aku mulai dengan dukungan dari atasanku.” Ulangi afirmasi tersebut beberapa kali sehari agar Anda merasa lebih terfokus pada tujuan dan lebih termotivasi. 5 Kumpulkan informasi lebih banyak. Agar bisa mengubah sikap, Anda harus menantang penilaian Anda saat ini terhadap orang-orang, kejadian, atau objek tertentu. Untuk itu, Anda membutuhkan informasi tambahan dan mendapatkan informasi yang berpengaruh positif terhadap penilaian Anda. Untuk mengumpulkan informasi, Anda bisa berbicara dengan seseorang lalu merenungkan apa yang sudah Anda ketahui sambil mengamati secara lebih mendetail atau melakukan riset lebih lanjut.[8] Contohnya, jika Anda harus menghadiri acara kantor untuk makan malam bersama dan merasa kesal karena terpaksa melewatkan pertandingan bola basket putra Anda, berusahalah mencari informasi tambahan tentang acara tersebut. Pertimbangkan mengapa Anda harus ikut acara makan malam bersama dan apa yang perusahaan Anda yakini akan tercapai dengan mewajibkan para karyawan mengikuti acara ini. Untuk mendapatkan informasi, ada baiknya Anda berbicara dengan rekan kerja atau atasan, melakukan riset tentang perusahaan, atau memanfaatkan sumber lainnya, misalnya memo pemberitahuan acara makan malam. Dengan mencari sumber informasi baru, Anda akan lebih mengerti bahwa acara ini diadakan sebagai program pembinaan karyawan baru untuk peningkatan karier dan promosi. Setelah mendapatkan informasi tambahan, Anda akan merasa lebih positif tentang acara makan malam tersebut.[9] 6 Pertimbangkan hal-hal yang sudah Anda abaikan. Aspek lain dalam mengumpulkan informasi adalah mempertimbangkan hal-hal yang selama ini sudah Anda abaikan atau lupakan. Adakalanya, kita memiliki visi tertentu dan hanya terfokus pada satu hal yang mampu kita lihat atau yang memancing respons tertentu. Akan tetapi, jangan langsung menilai dan lihatlah secara menyeluruh agar Anda bisa mendapatkan informasi yang selama ini mungkin terlewatkan dan bisa membantu Anda memperbaiki sikap.[10] Contohnya, jika Anda bersikap negatif kepada seseorang yang membuat Anda merasa tidak nyaman saat pertemuan pertama, berusahalah memperbaiki cara pandang dengan mencari informasi yang sebelumnya kurang Anda perhatikan. Dengan mengetahui lebih banyak tentang orang ini, Anda bisa mengenalnya lebih baik dan mengubah penilaian Anda yang negatif. Ini adalah cara yang efektif untuk mengubah dan memperbaiki sikap Anda. 7 Percayalah pada perubahan. Salah satu aspek penting dalam mengubah sikap adalah keyakinan bahwa Anda mampu melakukan perubahan yang dibutuhkan. Sering kali, kita menganggap sikap kita sudah baik dan merupakan bagian dari diri kita yang tidak bisa diubah lagi. Namun, Anda tidak akan bisa mengubah sikap jika tidak yakin bahwa Anda bisa melakukannya. Mungkin Anda tidak pernah memulainya, cepat menyerah, atau hanya berusaha setengah hati.[11] Salah satu cara meyakinkan diri sendiri tentang kemungkinan berubah dan melakukan perbaikan sikap adalah dengan mengingat lagi saat Anda mengalami hal-hal yang baik. Mungkin semasa sekolah, Anda memutuskan ingin bersikap lebih baik dalam menjalani pendidikan dan belajar lebih giat. Dan hasilnya, nilai Anda meningkat. Berusahalah mengingat lagi lebih banyak pengalaman atau momen ketika Anda benar-benar ingin berubah dan berhasil mencapainya. Ini adalah cara terbaik untuk menumbuhkan keyakinan kepada diri sendiri. Iklan 1 Bersikaplah ikhlas. Rasa tertekan, cemas, dan resah cenderung membuat Anda bersikap negatif dan hal ini berpengaruh buruk pada kesehatan mental. Alih-alih, akuilah bahwa Anda tidak bisa mengendalikan semuanya, misalnya ketika ternyata orang lain yang mendapatkan promosi, bukan Anda. Anda hanya bisa mengendalikan cara melihat dan menanggapi kejadian tersebut. Perkecil peluang munculnya sikap negatif dengan mengikhlaskan hal-hal yang berada di luar kendali Anda. Teruslah berusaha dan bersikaplah positif menjalani kehidupan sehari-hari.[12] [13] Salah satu cara mengikhlaskan adalah dengan menghilangkan pikiran bahwa Anda sengaja disingkirkan agar menderita, terluka, sedih, dll. Banyak peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi tanpa keterlibatan kita sebagai individu. Jangan berpikir bahwa Anda adalah korban sebab pikiran ini membuat Anda terus-menerus merasakan emosi negatif. Ingatlah bahwa kehidupan ini ada untuk dijalani, alih-alih terus-menerus berpikir negatif. 2 Kenali kekuatan dan ingatlah keberhasilan Anda. Berfokus pada kekuatan adalah cara membentuk pengalaman emosional dan sikap positif. Cara ini juga membantu Anda merasakan lagi momen positif ketika muncul kecenderungan untuk bersikap negatif sehingga Anda lebih mudah mengatasi kesulitan.[14] Mulailah menulis keberhasilan dan sifat positif dalam buku harian atau jurnal. Tulislah dengan gaya Anda sendiri atau buatlah daftar dengan beberapa kategori. Lakukan hal ini secara rutin. Tambahkan hal-hal baru dalam daftar, misalnya lulus kuliah, menyelamatkan anak anjing yang telantar, atau pertama kali diterima bekerja. 3 Lakukan hal-hal yang Anda sukai. Cara lain mengumpulkan pengalaman positif adalah dengan menyediakan waktu untuk melakukan hal-hal menyenangkan. Jika Anda senang musik, sisihkan waktu untuk mendengarkan album favorit. Ada juga orang-orang yang senang membaca di malam hari sambil beristirahat. Lakukan aktivitas fisik kesukaan Anda, misalnya berjalan kaki di malam hari, berlatih yoga, atau berolahraga bersama teman-teman.[15] Berusahalah tetap aktif saat melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk mempertahankan sikap positif. 4 Beristirahatlah sambil memikirkan hal-hal yang baik. Sediakan waktu 10 menit setiap hari untuk menulis jurnal tentang pengalaman positif. Kesempatan ini bisa Anda gunakan untuk mengevaluasi dan merenungkan kegiatan Anda sepanjang hari dan menemukan hal-hal positif, walaupun mungkin hanya kejadian kecil, misalnya pengalaman yang membuat Anda merasa bahagia, bangga, kagum, bersyukur, tenang, puas, atau senang. Merasakan lagi emosi positif bisa mengubah cara Anda memandang pengalaman negatif.[16] Contohnya, renungkan rutinitas pagi Anda untuk menemukan momen yang memberikan rasa bahagia. Mungkin Anda merasa senang melihat matahari terbit, menyapa pengemudi bus dengan ramah, atau menikmati secangkir kopi. 5 Ungkapkan rasa syukur. Pastikan Anda menyediakan waktu untuk mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki dalam kehidupan sehari-hari. Rasa syukur berkaitan erat dengan optimisme. Mungkin Anda bersyukur karena seseorang melakukan kebaikan untuk Anda, misalnya membayari ongkos angkot atau membelikan tiket bioskop. Hal-hal kecil seperti ini layak Anda syukuri. Keberhasilan menyelesaikan tugas juga pantas Anda banggakan dan syukuri.[17] Anda juga boleh menulis “jurnal ucapan syukur”. Buku ini digunakan hanya untuk mencatat kejadian sehari-hari yang membuat Anda merasa bahagia dan bersyukur. Dengan menulis, hal-hal tersebut akan semakin tertanam dalam kesadaran kita. Catatan bisa menjadi sumber informasi ketika Anda perlu pemicu rasa syukur! 6 Ubahlah cara pandang Anda tentang kejadian dan sikap negatif. Kenali pikiran atau perasaan negatif yang Anda alami lalu ubahlah sedemikian rupa sehingga Anda bisa merasakan emosi positif atau setidaknya netral melalui pengalaman tersebut. Perubahan cara pandang adalah salah satu aspek penting untuk membentuk sikap positif.[18] Contohnya, teman baru di kantor menumpahkan kopi ke baju Anda. Alih-alih marah dan menilainya ceroboh atau bodoh, lihatlah kejadian ini dari sudut pandangnya. Ia tidak sengaja menumpahkan kopi dan hal ini mungkin membuatnya malu. Alih-alih bersikap negatif kepadanya, pikirkan kejadian ini sebagai hal yang sepele. Anda bahkan bisa bergurau dengan mengatakan bahwa ini adalah “perkenalan yang berkesan dengannya di hari pertama.” Mengubah pikiran dan perasaan bukan berarti menganggap bahwa semuanya baik, tetapi ini berarti tidak membiarkan hal-hal negatif mengendalikan Anda. Cara ini membantu Anda menemukan cara yang lebih positif untuk menjalani kehidupan sehari-hari. 7 Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain. Mungkin Anda ingin membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam hal penampilan, gaya hidup, atau sikap. Namun, hal ini cenderung membuat kita hanya melihat hal-hal negatif pada diri sendiri dan hanya melihat hal-hal positif pada orang lain. Mengenali kekuatan kita sendiri adalah hal yang jauh lebih baik dan lebih realistis. Jangan membandingkan dan terimalah diri sendiri apa adanya. Anda akan memiliki kemampuan mengendalikan pikiran, sikap, dan kehidupan dengan menerima diri sendiri. Selain itu, cara ini mengurangi kecenderungan menilai perilaku orang lain secara subjektif.[19] Setiap orang berbeda. Oleh sebab itu, tidak pernah ada alasan untuk menilai diri sendiri berdasarkan standar orang lain. Ada hal-hal yang Anda sukai yang orang lain tidak suka dan setiap orang akan menjalani hidup yang berbeda. 8 Bertemanlah dengan orang-orang positif. Jika ingin memperbaiki sikap, Anda harus berteman dengan orang-orang yang mampu mendorong Anda agar selalu bersikap positif. Orang-orang yang sering bersama Anda, keluarga, teman-teman, pasangan, rekan kerja akan memengaruhi cara Anda melihat hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, pilihlah orang-orang yang bisa berbagi energi positif dan membuat Anda bersemangat. Dukungan sosial akan membantu Anda bersikap positif ketika Anda cenderung bersikap negatif. Riset menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami stres berat akan lebih mudah mengatasi masalah jika mendapatkan dukungan dari teman-teman atau anggota keluarga yang bisa mereka andalkan.[20] Habiskan waktu dengan orang-orang yang berpengaruh positif dalam kehidupan Anda. Bertemanlah dengan orang-orang yang membuat Anda merasa diperhatikan, dihargai, dan lebih percaya diri. Biarkan orang-orang ini mendorong Anda menjadi yang terbaik. Jauhi orang-orang negatif yang selalu berpikir negatif dan memberikan penilaian negatif. Ingatlah bahwa sikap negatif akan menimbulkan hal-hal negatif. Agar bisa mengembangkan sikap positif, kurangi interaksi dengan orang-orang negatif dalam kehidupan sehari-hari.[21] Iklan 1Kenali kondisi fisik Anda saat ini. Kondisi fisik akan memengaruhi kondisi mental dan emosi yang berperan penting dalam menentukan sikap.[22] Amati baik-baik rutinitas harian Anda. Tentukan apakah penyesuaian rutinitas harian dalam hal pola tidur, aktivitas fisik, atau pola diet bisa membantu memperbaiki sikap Anda. 2 Berolahragalah setiap pagi. Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik setiap pagi adalah cara menyalurkan kelebihan energi sehingga Anda mampu bersikap lebih tenang dan lebih ramah sepanjang hari. Dengan berolahraga, tubuh kita akan memproduksi hormon endorfin yang memicu rasa bahagia dan sejahtera. Selain itu, berolahraga setiap hari membantu Anda memperbaiki penampilan fisik yang akan meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri.[23] Berjalan kaki, joging, atau berlari pagi adalah cara tepat untuk melakukan aktivitas fisik dan mengurangi stres. 3 Tingkatkan interaksi sosial. Melakukan aktivitas ringan atau interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari berdampak positif terhadap kesehatan mental. Oleh sebab itu, biasakan berinteraksi dengan orang lain saat melakukan aktivitas sehari-hari untuk memperbaiki sikap dan kondisi mental Anda.[24] Interaksi sosial menyebabkan otak kita memproduksi hormon serotonin secara alami. Hormon serotonin berfungsi memperbaiki suasana hati dan membuat Anda merasa bahagia.[25] 4Biasakan berjemur di pagi hari agar terkena sinar matahari. Tubuh manusia akan membentuk vitamin D apabila terkena sinar matahari. Banyak orang yang mengalami keletihan, bersikap negatif, dan memiliki mental yang lemah karena kekurangan vitamin D. Berjemur 15 menit setiap pagi agar tekena sinar matahari akan berdampak positif pada kondisi mental.[26] 5 Perbaiki pola makan. Anda akan kesulitan mempertahankan sikap positif dan merasa kurang bersemangat jika tidak makan dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang menerapkan pola makan yang sehat cenderung mengalami perbaikan kondisi mental secara menyeluruh. Sebaliknya, pola makan yang buruk cenderung membuat seseorang lebih cepat marah, kurang ramah, dan mudah kesal. Mulailah mengonsumsi makanan sehat untuk melihat dampaknya terhadap sikap Anda secara mental dan emosional.[27] Variasikan makanan yang Anda konsumsi sesuai pola makan yang Anda terapkan, misalnya dengan mengombinasikan antara daging, ikan, sayuran, buah-buahan, produk dari susu dan gandum. Vitamin B12 yang terkandung dalam daging merah dan sayuran hijau sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan mental.[28] 6Sediakan waktu untuk berinteraksi dengan binatang peliharaan. Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan binatang peliharaan bisa mengurangi stres sehingga kesehatan emosi dan mental Anda semakin baik. Anda bisa memperbaiki sikap dengan menyediakan waktu untuk merawat binatang peliharaan.[29] 7Lakukan meditasi atau relaksasi. Stres yang menumpuk sepanjang hari bisa berdampak negatif pada kesehatan mental yang akan memengaruhi cara Anda menyikapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda bermeditasi atau melakukan relaksasi setiap malam agar bisa melepaskan ketegangan.[30] 8Biasakan tidur cukup di malam hari sesuai rekomendasi dari ahli kesehatan. Kekurangan atau kelebihan tidur akan berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional. Buatlah jadwal tidur malam dan jalankan dengan baik. Para peneliti sepakat bahwa orang dewasa pada umumnya perlu tidur malam 7-8 jam setiap hari. Anda akan melihat adanya perbaikan sikap jika menjalankan pola tidur yang baik setiap malam.[31] Iklan Ingatlah bahwa memperbaiki sikap sama seperti menjalankan program lainnya yang membutuhkan waktu, misalnya program pengembangan diri untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kekuatan mental. Sikap positif sangat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup Anda. Para psikolog membuktikan bahwa orang-orang yang berfokus pada hal-hal positif merasa optimis dan orang-orang yang berfokus pada hal-hal negatif merasa pesimis biasanya menghadapi kendala dan tantangan yang sama, tetapi orang-orang optimis mampu menghadapinya dengan sikap yang baik.[32] Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

cara mengubah sikap nakal menjadi baik