KodeICD 10 - Bagi anda yang bekerja di pukesmas ataupun rumah sakit sudah tidak asing mendengar istilah kode diagnosa, Infeksi kulit dan jaringan subkutan: L 00 - L 08: 962: Infeksi lainnya yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual: A 57 - A 64: 963: infeksi luka oprasi (ILO) T81.4: 964: Untukkode BPJS infeksi ini sendiri yaitu B37.2, yang mana jelas berbeda dengan kode jenis infeksi lainnya seperti INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) atau penyakit lainnya. Jadi perlu untuk Anda ketahui kode tersebut. Penyebab Paronychia. Setelah mengetahui kode BPJS-nya berikut Anda juga perlu mengetahui mengenai penyebab paronychia itu sendiri kenapa menyerang. DKU4EA. Furunkel Definisi PiodermaKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan Fisik PiodermaPemeriksaan PenunjangDiagnosis Klinis PiodermaKomplikasi PiodermaPenatalaksanaan dan pengobatan PiodermaKonseling dan EdukasiPrognosisKode ICD 10 Definisi Pioderma Pioderma adalah infeksi kulit epidermis, dermis dan subkutis yang disebabkan oleh bakteri gram positif dari golongan Stafilokokus dan Streptokokus. Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Kode ICD 10 Pioderma Ektima Keluhan Pasien Pioderma datang mengeluh adanya koreng atau luka di kulit a. Awalnya berbentuk seperti bintil kecil yang gatal, dapat berisi cairan atau nanah dengan dasar dan pinggiran sekitarnya kemerahan. Keluhan ini dapat meluas menjadi bengkak disertai dengan rasa nyeri. b. Bintil kemudian pecah dan menjadi keropeng/ koreng yang mengering, keras dan sangat lengket. Faktor Risiko a. Higiene yang kurang baik b. Defisiensi gizi c. Imunodefisiensi CD 4 dan CD 8 yang rendah Pemeriksaan Fisik Pioderma Folikulitis adalah peradangan folikel rambut yang ditandai dengan papul eritema perifolikuler dan rasa gatal atau perih. Furunkel adalah peradangan folikel rambut dan jaringan sekitarnya berupa papul, vesikel atau pustul perifolikuler dengan eritema di sekitarnya dan disertai rasa nyeri. Furunkulosis adalah beberapa furunkel yang tersebar. Karbunkel adalah kumpulan dari beberapa furunkel, ditandai dengan beberapa furunkel yang berkonfluensi membentuk nodus bersupurasi di beberapa puncak. Impetigo krustosa impetigo contagiosa adalah peradangan yang memberikan gambaran vesikel yang dengan cepat berubah menjadi pustul dan pecah sehingga menjadi krusta kering kekuningan seperti madu. Predileksi spesifik lesi terdapat di sekitar lubang hidung, mulut, telinga atau anus. Impetigo bulosa adalah peradangan yang memberikan gambaran vesikobulosa dengan lesi bula hipopion bula berisi pus. Ektima adalah peradangan yang menimbulkan kehilangan jaringan dermis bagian atas ulkus dangkal. Pemeriksaan Penunjang a. Pemeriksaan dari apusan cairan sekret dari dasar lesi dengan pewarnaan Gram b. Pemeriksaan darah rutin kadang-kadang ditemukan lekositosis. Diagnosis Klinis Pioderma a. Folikulitis b. Furunkel c. Furunkulosis d. Karbunkel e. Impetigo bulosa dan krustosa f. Ektima g. Ulkus h. Erisipelas Komplikasi Pioderma Erisipelas adalah peradangan epidermis dan dermis yang ditandai dengan infiltrat eritema, edema, berbatas tegas, dan disertai dengan rasa panas dan nyeri. Onset penyakit ini sering didahului dengan gejala prodromal berupa menggigil, panas tinggi, sakit kepala, mual muntah, dan nyeri sendi. Pada pemeriksaan darah rutin dapat dijumpai lekositosis atau lebih. Selulitis adalah peradangan supuratif yang menyerang subkutis, ditandai dengan peradangan lokal, infiltrate eritema berbatas tidak tegas, disertai dengan rasa nyeri tekan dan gejala prodromal tersebut di atas. Ulkus Limfangitis Limfadenitis supuratif Bakteremia sepsis Penatalaksanaan dan pengobatan Pioderma a. Terapi suportif dengan menjaga hygiene, nutrisi TKTP dan stamina tubuh. b. Farmakoterapi dilakukan dengan Topikal Bila banyak pus/krusta, dilakukan kompres terbuka dengan Kalium permangat PK 1/ dan 1/ Bila tidak tertutup pus atau krusta, diberikan salep atau krim asam fusidat 2% atau mupirosin 2%, dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari. Antibiotik oral dapat diberikan dari salah satu golongan di bawah ini Penisilin Yang resisten terhadap penisilinase, seperti oksasilin, kloksasilin, dikloksasilin dan flukloksasilin. Dosis dewasa 4 x 250-500 mg/hari, selama 5-7 hari, selama 57 hari. Dosis anak 50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis, selama 57 hari. Amoksisilin dengan asam klavulanat. Dosis dewasa 3 x 250-500 mg Dosis anak 25 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis, selama 57 hari Sefalosporin dengan dosis 10-25 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis, selama 5-7 hari Eritromisin dosis dewasa 4 x 250-500 mg/hari, anak 20-50 mg/kgBB/hari terbagi 4 dosis, selama 5-7 hari. Insisi untuk karbunkel yang menjadi abses untuk membersihkan eksudat dan jaringan nekrotik. Konseling dan Edukasi Edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan penyakit dengan menjaga kebersihan diri dan stamina tubuh. Prognosis Apabila penyakit Pioderma tanpa disertai komplikasi, Prognosis umumnya bonam, bila dengan komplikasi, prognosis umumnya dubia ad bonam. Kode ICD 10 Kode ICD X Pioderma adalah Uploaded byifa Datul 100% found this document useful 1 vote237 views3 pagesDescriptionicd 10 kulit kelaminOriginal TitlePOLI KULIT KODE ICD 10Copyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 1 vote237 views3 pagesPoli Kulit Kode Icd 10Original TitlePOLI KULIT KODE ICD 10Uploaded byifa Datul Descriptionicd 10 kulit kelaminFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Uploaded byManto Rossi 0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesDescriptionicd 10 kulitCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesICD 10 KulitUploaded byManto Rossi Descriptionicd 10 kulitFull descriptionJump to Page You are on page 1of 6Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 10 November 2018 Kedokteran Dermatitis Kontak Alergik DefinisiKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikPemeriksaan PenunjangDiagnosis Klinis Dermatitis Kontak AlergikDiagnosis BandingKomplikasipengobatan Dermatitis Kontak AlergikKonseling dan EdukasiPrognosis DKA Definisi Dermatitis kontak alergik DKA adalah reaksi peradangan kulit imunologik karena reaksi hipersensitivitas. Kerusakan kulit terjadi didahului oleh proses sensitisasi berupa alergen fase sensitisasi yang umumnya berlangsung 2-3 minggu. Bila terjadi pajanan ulang dengan allergen yang sama atau serupa, periode hingga terjadinya gejala klinis umumnya 24-48 jam fase elisitasi. Alergen paling sering berupa bahan kimia dengan berat molekul kurang dari 500-1000 Da. Dermatitis Kontak Alergik terjadi dipengaruhi oleh adanya sensitisasi alergen derajat pajananm dan luasnya penetrasi di kulit. Kode ICD X Dermatitis Kontak Alergik L23 Keluhan Keluhan kelainan kulit berupa gatal. Kelainan kulit bergantung pada keparahan dermatitis. Keluhan dapat disertai timbulnya bercak kemerahan. Hal yang penting ditanyakan adalah riwayat kontak dengan bahan-bahan yang berhubungan dengan riwayat pekerjaan, hobi, obat topikal yang pernah digunakan, obat sistemik, kosmetik, bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi, serta riwayat alergi di keluarga Faktor Risiko Ditemukan pada orang-orang yang terpajan oleh bahan alergen. Riwayat kontak dengan bahan alergen pada waktu tertentu. Riwayat dermatitis atopic atau riwayat atopi diri dan keluarga Pemeriksaan Fisik Tanda Patognomonis DKA yang dapat diobservasi sama seperti dermatitis pada umumnya, tergantung pada kondisi akut atau kronis. Lokasi dan pola kelainan kulit penting diketahui untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya, seperti di ketiak oleh deodorant, di pergelangan tangan oleh jam tangan, dan seterusnya. Faktor Predisposisi Pekerjaan atau paparan seseorang terhadap suatu bahan yang bersifat alergen. Pemeriksaan Penunjang Tidak diperlukan Diagnosis Klinis Dermatitis Kontak Alergik Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Diagnosis Banding Dermatitis kontak iritan. Komplikasi Infeksi sekunder. pengobatan Dermatitis Kontak Alergik a. Keluhan diberikan farmakoterapi berupa Topikal 2x sehari  Pelembab krim hidrofilik urea 10%.  Kortikosteroid Desonid krim catatan bila tidak tersedia dapat digunakan fluosinolon asetonid krim Pada kasus dengan manifestasi klinis likenifikasi dan hiperpigmentasi, dapat diberikan golongan betametason valerat krim atau mometason furoat krim kasus infeksi sekunder, perlu dipertimbangkan pemberian antibiotik topikal. Oral sistemik  Antihistamin hidroksisin 2 x 1 tablet selama maksimal 2 minggu, atau Loratadine 1×10 mg/ hari selama maksimal 2 minggu. b. Pasien perlu mengidentifikasi faktor risiko penyebab DKA, menghindari bahan-bahan yang bersifat alergen, baik yang bersifat kimia, mekanis, dan fisis, memakai sabun dengan pH netral dan mengandung pelembab serta memakai alat pelindung diri untuk menghindari kontak alergen saat bekerja. Konseling dan Edukasi Konseling untuk menghindari bahan alergen di rumah saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Edukasi menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu boot. Memodifikasi lingkungan tempat bekerja. Prognosis DKA Prognosis pasien dengan penyakit dermatitis kontak alergik pada umumnya bonam, sedangkan quo ad sanationam adalah dubia ad malam bila sulit menghindari kontak dan dapat menjadi kronis About The Author dr. Agus Haryono

kode icd 10 infeksi kulit