IMAM Hasan Al-Bashri adalah tokoh sufi yang hidup pada masa awal kekhalifahan Umayyah. Beliau lahir di Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 Masehi). Ayahnya merupakan pembantu sahabat Rasulullah SAW yang terkenal sebagai penulis Alquran, Zaid bin Tsabit. Ibunya adalah Khairoh, salah seorang istri nabi, Ummu Salamah. Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa. 3 tahun lalu in Ibrah Waktu Baca: 1 menit baca A A 0 Foto: Pinterest 0 BAGIKAN SUATU ketika datang seseorang kepada Imam Hasan Al-Basri mengadukan masalahnya. Orang pertama datang mengadukan musim paceklik, kemudian Hasan Al-Basri berkata kepadanya: "Istighfarlah engkau kepada Allah". Orang yang ketiga berkata kepada Hasan Al-Bashri, "Doakanlah saya agar dikaruniai anak." Hasan Al-Bashri rohimahullah menjawab : "Beristighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah." Dan ada yang mengadu bahwa kebunnya kering. Hasan Al-Bashri tetap menjawab : "Beristighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah." Maka dikatakan kepadanya: "Dalam majlis Al-Hasan Al-Bashri diceritakan tentang surga, neraka dan manusia diberi semangat untuk mendapatkan akhirat, dan ditanamkan sikap zuhud terhadap dunia (memfokuskan segala karunia Allah untuk akhirat)". Perkataan ini menancap dalam hatinya, lalu ia pun berkata: "Mari kita datangi majelis Al-Hasan Al Bashri!". Hasan Al-Bashri tetap menjawab : "Beristighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah." Melihat hal itu, Rabii' bin Subaih bertanya : "Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?" Maka, Imam Hasan Al-Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi, sungguh Allah SWT telah berfirman dalam surat Nuh: "فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . 8u2Gwo8.

kisah hasan al bashri tentang istighfar